Berita duka datang dari dunia kebudayaan dan keagamaan Indonesia. Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, seorang rohaniwan Katolik yang juga dikenal luas sebagai budayawan, wafat pada Minggu malam, 28 Desember 2025.
Kehidupan dan Perjalanan Romo Mudji Sutrisno
Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ atau yang akrab disapa Romo Mudji, merupakan tokoh yang dikenal dengan kiprahnya sebagai akademisi, budayawan, sekaligus pelayan gereja Katolik. Selama hidupnya, Romo Mudji aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan, pendidikan, serta pelayanan rohani di masyarakat.
Kontribusi di Dunia Budaya dan Pendidikan
Romo Mudji dikenal tidak hanya di lingkungan gereja, tetapi juga di tengah komunitas seni dan budaya. Ia kerap memberikan kuliah, menulis tentang budaya, dan terlibat dalam diskusi lintas bidang tentang isu-isu sosial serta budaya Indonesia. Sepanjang kariernya, beliau terus mendorong dialog antara kebudayaan lokal dan nilai-nilai keagamaan sebagai jalan membangun toleransi dalam masyarakat majemuk.
Aktivitas Rohani dan Dedikasi Masyarakat
Selain sebagai budayawan, Romo Mudji juga dikenal sebagai pastor di ordo Serikat Yesus (SJ). Ia berperan aktif dalam berbagai kegiatan rohani, baik dalam gereja maupun di ruang-ruang publik, serta melayani umat dengan semangat inklusif dan pendekatan yang humanis. Selama hidupnya, ia menginspirasi banyak orang, tak hanya umat Katolik tetapi juga lintas keyakinan, melalui pemikirannya tentang perdamaian dan keadilan.
Wafatnya Romo Mudji Sutrisno
Pada hari Minggu malam, 28 Desember 2025, kabar wafatnya Romo Mudji Sutrisno diumumkan ke publik. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidup untuk kemajuan budaya dan kehidupan beragama di Indonesia.
“Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, meninggal dunia pada Minggu malam, 28 Desember 2025.”
Reaksi dan Duka Cita
Kabar berpulangnya Romo Mudji mendapat respons dari berbagai kalangan, mulai dari kolega, teman sejawat di bidang budaya dan gereja, hingga masyarakat luas. Mereka mengenang dedikasi dan pemikiran Romo Mudji dalam membangun dialog antara kebudayaan, pendidikan, dan spiritualitas di Indonesia.
Peninggalan Gagasan
Semasa hidupnya, Romo Mudji menulis buku, artikel, dan kerap menjadi narasumber di seminar budaya dan agama. Karya-karyanya masih sering dijadikan referensi dalam pembahasan seputar kebudayaan, pendidikan, serta spiritualitas di tanah air. Pemikiran beliau banyak menekankan pentingnya menghargai lintas budaya sebagai bentuk memperkaya jati diri bangsa.
Penghormatan dari Masyarakat
Banyak warganet serta tokoh masyarakat yang membagikan ucapan belasungkawa dan penghormatan kepada Romo Mudji melalui media sosial, menandakan besarnya pengaruh dan inspirasi yang ia tinggalkan. Doa serta kenangan tentang karya-karya dan pemikiran beliau terus mengalir dari berbagai kalangan.
Warisan dan Inspirasi
Romo Mudji Sutrisno akan dikenang sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk dialog dan jembatan antar budaya, agama, serta pendidikan di Indonesia. Dengan karya dan dedikasi yang luas, kehadirannya telah meninggalkan jejak yang dalam bagi banyak pihak, terutama dalam mempromosikan toleransi dan kemanusiaan.
Kepergian Romo Mudji Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Indonesia. Namun, warisan pemikirannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang untuk terus merawat kebinekaan dan semangat persatuan.




